Cookie analitik
Kami menggunakan cookie analitik untuk memahami penggunaan dan meningkatkan HoloCare. Anda dapat menerima atau menolak pelacakan analitik.
Pelajari berbagai modus penipuan terbaru di Indonesia dan cara melindungi diri Anda serta keluarga dari kejahatan siber.
Kenali berbagai modus penipuan yang sering terjadi di Indonesia agar Anda bisa terhindar dari menjadi korban.
Vishing & Smishing
Penipu menghubungi via telepon/SMS mengaku dari bank, pemerintah, atau perusahaan untuk mencuri data pribadi atau uang.
Contoh Modus:
Email Palsu
Email yang menyamar sebagai institusi resmi untuk mencuri kredensial login, data kartu kredit, atau informasi sensitif lainnya.
Contoh Modus:
Investasi Bodong
Skema investasi palsu yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Sering menggunakan skema Ponzi atau piramida.
Contoh Modus:
Online Shopping Scam
Toko online palsu atau penjual nakal yang menipu pembeli dengan barang tidak dikirim, barang palsu, atau kualitas tidak sesuai.
Contoh Modus:
Love Scam / Romance Scam
Penipu membangun hubungan romantis palsu untuk mengeksploitasi korban secara finansial dan emosional.
Contoh Modus:
Job Scam
Tawaran pekerjaan palsu yang meminta uang muka, data pribadi, atau memaksa korban melakukan aktivitas ilegal.
Contoh Modus:
Prize Scam
Pemberitahuan palsu tentang kemenangan undian atau hadiah yang mengharuskan korban membayar biaya untuk klaim.
Contoh Modus:
Social Media Scam
Berbagai modus penipuan melalui platform media sosial termasuk akun palsu, iklan penipuan, dan peretasan akun.
Contoh Modus:
Waspadai tanda-tanda berikut yang sering muncul dalam berbagai modus penipuan online.
Menjanjikan return 10-100% per bulan tanpa risiko adalah tanda bahaya utama investasi bodong.
Penipu selalu menciptakan urgensi palsu agar korban tidak sempat berpikir jernih.
Permintaan PIN, OTP, password, atau foto KTP adalah red flag utama penipuan.
Transfer ke rekening pribadi, kripto, atau pulsa untuk transaksi bisnis adalah tanda penipuan.
Perusahaan atau orang yang tidak bisa diverifikasi keberadaannya patut dicurigai.
Screenshot bukti transfer atau testimoni yang terlihat terlalu sempurna biasanya palsu.
⚠️ Jika ada satu saja yang tidak bisa Anda centang, sebaiknya JANGAN transfer uang terlebih dahulu.
Jangan panik. Ikuti langkah-langkah berikut untuk meminimalkan kerugian dan meningkatkan peluang pemulihan.
Jangan transfer uang lagi atau memberikan informasi tambahan kepada penipu.
Screenshot semua percakapan, bukti transfer, profil penipu, dan informasi lainnya.
Hubungi bank Anda untuk memblokir rekening penipu dan coba proses reversal.
Buat laporan resmi di kantor polisi terdekat atau melalui patroli siber.
Laporkan ke OJK (investasi), Kominfo (konten digital), atau instansi relevan lainnya.
Gunakan kanal resmi berikut untuk melaporkan penipuan dan mendapatkan bantuan.
Cek legalitas investasi & laporan penipuan keuangan
Langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri dari penipuan online
Holocare menyediakan layanan gratis untuk membantu Anda mendokumentasikan bukti, melacak kasus, dan mendapatkan panduan langkah selanjutnya.
Informasi di halaman ini disusun berdasarkan data dari OJK, Kominfo, Bareskrim Polri, dan sumber resmi lainnya. Holocare tidak berafiliasi dengan instansi pemerintah manapun.
Terakhir diperbarui: Januari 2026 | © 2026 Holocare. Semua hak dilindungi.